berita terkini desa, info pertanian, artikel peternakan, pendidikan di pedesaan dan pengembangan ekonomi desa>

SIM hilang dan rusak, ini cara menggantinya

Polantas saat razia

SIM hilang, rusak, dan tidak bisa dibaca lagi? Anda tidak perlu khawatir karena Anda bisa mengajukan permohonan penggantian SIM (Surat Izin Mengemudi) yang baru tanpa perlu ikut ujian lagi. Ini cara lengkapnya.

Kehilangan SIM boleh jadi menjad momok yang menakutkan bagi para pengendara. Takut kalau suatu saat nanti ada cegatan atau razia. Nah, untuk solusinya, Anda cukup mengajukan permohonan  penggantian SIM yang diajukan kepada Satuan Pelaksana penerbitan SIM (Satpas) setempat.

Adapun persyaratannya cukup mudah. Berikut ini syarat-syarat dan prosedur lengkap mengurus SIM yang hilang dan rusak sebagaimana dikutip dari akun Divisi Humas Polri, Rabu 1 April 2015 :

Syarat untuk SIM yang hilang :

  1. Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) yang masih berlaku.
  2. Fotokopi SIM yang hilang (bila ada). Fotokopi SIM ini berguna untuk mempermudah petugas mencari data pemilik SIM sehingga pemohon tidak perlu mengisi formulir pendaftaran lagi. Formulir pendaftaran akan diisi sesuai dengan data SIM yang hilang.
  3. Keterangan Hilang dari Polsek setempat.

Prosedur mengurus SIM yang hilang :

  1. Mengurus Surat Keterangan Kesehatan di Bagian Pemeriksaan Kesehatan.
  2. Mengisi Formulir Pendaftaran di Loket SIM Hilang.
  3. Mengurus AKDP (Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi) di Loket Asuransi.
  4. Mendaftarkan diri di Loket Pendaftaran. Semua persyaratan tersebut di atas diserahkan ke Loket Pendaftaran kemudian pemohon akan menerima tanda bukti untuk pengambilan SIM.
  5. Pengambilan Foto diri Pemohon untuk SIM, yaitu pengambilan Foto, Sidik Jari, dan konfirmasi data pribadi yang tercantum di Formulir Pendaftaran.
  6. Pengambilan SIM dengan menggunakan tanda bukti pengambilan SIM.
  7. Pengambilan Kartu AKDP dengan menggunakan tanda bukti pengambilan kartu AKDP.

Perlu Anda ketahui, di Indonesia ini ada dua golongan SIM, yakni SIM Kendaraan Bermotor perseorangan dan SIM Surat Izin Mengemudi Kendaraan Bermotor Umum

SIM perseorangan

SIM A, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg.

SIM B1, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg

SIM B2, untuk mengemudikan Kendaraan alat berat, Kendaraan penarik, atau Kendaraan Bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.

SIM C, untuk mengemudikan Sepeda Motor.

SIM D, untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat.

SIM Umum

SIM A Umum, untuk mengemudikan kendaraan bermotor umum dan barang dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg.

SIM B1 Umum, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang umum dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg.

SIM B2 Umum, untuk mengemudikan Kendaraan penarik atau Kendaraan Bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kilogram.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*