berita terkini desa, info pertanian, artikel peternakan, pendidikan di pedesaan dan pengembangan ekonomi desa>

Merti Desa 2017 Siap Digelar di Desa Pentur

dokumentasi merti desa 2017
dokumentasi merti desa 2013

Peran dalam membangun wilayah pedesaan bisa dilakukan dengan berbagai cara, tak hanya dengan memajukan bidang infrastruktur saja. Penguatan dan pemberdayaan masyarakat desa melalui kegiatan seni budaya juga penting untuk melahirkan generasi yang peka terhadap situasi sosial dan juga berbudaya.

Menurut Permendagri No. 54 Tahun 2015, jumlah desa di Indonesia adalah 74.754 sedangkan jumlah kelurahan di perkotaan 8.430. Meski demikian, jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan diperkirakan telah mencapai 54 persen. Artinya hanya sekitar 46 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia yang tersebar di banyak desa. Semakin gencarnya urbanisasi menjadikan desa semakin sepi. Masalah ekonomi selalu menjadi alasan utama para pemuda desa mengadu nasib ke kota. Gengsi jadi petani, lahan subur hanya dikelola oleh mereka yang berusia uzur.

Budaya merantau memang hampir terjadi di semua wilayah Indonesia, tak terkecuali warga Desa Pentur, Simo, Boyolali. Para remaja yang lulus sekolah SLTP maupun SLTA bisa dipastikan akan berbondong-bondong mengais rejeki di kota. Desa Pentur yang dulu dikenal sebagai sentra pengrajin bambu-pun juga kian luntur.

Membaca kenyataan, sebagian besar sisa-sisa petani yang ada saat ini tergolong petani gurem yang hanya memiliki lahan di bawah 2 hektar. Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2013 saja, jumlah petani di Indonesia mengalami penurunan sebanyak 16% selama satu dekade terakhir. Banyaknya petani yang beralih profesi antara lain karena minimnya penghargaan serta upaya perlindungan terhadap profesi petani. Dalam kondisi serba sulit, para petani terus tergerus oleh laju zaman sehingga terjadi penyusutan lahan persawahan yang disebabkan oleh desakan pertumbuhan penduduk, perkembangan sektor industri, maupun lahan pertanian yang tidak diperuntukkan sebagaimana mestinya.

Kondisi inilah yang menjadi latar belakang diadakannya kegiatan “Festival Budaya Merti Desa 2017: Jago Jaga Desa.” Merti Desa atau metri desa merupakan kegiatan seni tradisi yang dilakukan secara turun temurun untuk memupuk kesadaran akan pentingnya keberadaan manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan semesta alam.

Kegiatan ini dirancang sebagai upaya kampanye untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dan berbagai kegiatan pertanian di desa-desa sebagai soko guru ketahanan pangan nasional. Program-program dalam festival ini menjadi respon atas minimnya perhatian, baik masyarakat umum maupun pemerintah, akan pentingnya profesi petani.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*