berita terkini desa, info pertanian, artikel peternakan, pendidikan di pedesaan dan pengembangan ekonomi desa>

Desa Pentur tunggu pengembangan kawasan Wonosemar

wisata wono semar desa pentur
Desa Pentur

Meski berada di ujung barat dari Kecamatan Simo, ternyata Desa Pentur memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.

Hal itu tidak lepas dari kekayaan alam dan kondisi geografis sebagai kawasan pengembangan bidang kehutanan di Boyolali. Ini dikarenakan Desa Pentur memiliki potensi kawasan Wanasemar yang merupakan kawasan yang digunakan sebagai kawasan penelitian tanaman dan bidang pertanian oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Kepala Desa (kades) Pentur M Rokhim menjelaskan keberadaan kawasan Wanasemar itu sebetulnya telah digunakan sejak beberapa tahun lalu. Oleh pihak UNS, kawasan yang berbukit-bukit itu difungsikan sebagai daerah penelitian dan pengembangan terutama bidang pertanian dan kehutanan.

?Keberadaan Wanasemar itu sebetulnya sudah ada sejak lama. Bahkan dalam tahun 2007 sudah ada penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara UNS dengan Pemkab,? ujarnya kepada Espos, Sabtu (5/7).

Dijelaskannya, dalam kerja sama itu, nantinya akan memanfaatkan kawasan Wanasemar sebagai sarana untuk penelitian. Selain itu, ke depan Wanasemar akan menjadi kawasan wisata edukasi bagi masyarakat, karena bisa digunakan untuk kegiatan rekreasi sambil belajar.

Namun, dalam perkembangannya keberadaan Wanasemar hingga saat ini belum ada kemajuan yang berarti. Menurut Rokhim hal itu dikarenakan setelah selesai adanya penandatanganan tersebut, belum adanya tindak lanjut terkait pengembangan Wanasemar.

?Kami sudah berkali-kali melakukan pembahasan terkait pengembangan kawasan tersebut. Tetapi hingga saat ini belum ada realisasinya,? jelas dia.

Rokhim menjelaskan awalnya sebagai langkah pengembangan kawasan Wanasemar Pemkab telah mengambil alih lahan seluas sekitar sembilan hektare (ha) yang telah digarap warga setempat sejak lebih dari 20 tahun.

Selain masalah lahan, saat ini jelas Rokhim belum adanya sarana infrastruktur terutama akses jalan menuju kawasan Wanasemar. Pasalnya, saat ini akses itu sangat sulit ditempuh.

Selain kendala pengembangan kawasan Wanasemar, Desa Pentur ternyata juga memiliki potensi yang cukup besar, yakni usaha kegiatan kerajinan anyaman bambu. Sayangnya masih terkendala masalah klasik, yakni permodalan.

Sumber : http://www.yipd.or.id/main/readnews/9166

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*