berita terkini desa, info pertanian, artikel peternakan, pendidikan di pedesaan dan pengembangan ekonomi desa>

Cerita lucu Presiden Soekarno di awal-awal kemerdekaan

Cerita lucu Presiden Soekarno
Presiden Soekarno

Presiden Soekarno ternyata menyimpan banyak cerita unik dan lucu seputar kemerdekaan. Tidak selamanya kemerdekaan berkisah tentang perang, darah, dan pejuang yang gugur. 

Kemerdekaan ternyata juga menyimpan cerita-cerita lucu  di balik ganasnya senapan dan meriam.Teks Proklamasi yang dibacakan Soekarno di Jalan Pegangsaan, Jakarta, telah menjadikan Indonesia negara berdaulat penuh atas nasibnya setelah sebelumnya sebagai negera jajahan.

Berikut ini beberapa cerita lucu Presiden Soekarno seputar kemerdekaan dalam biografi yang ditulis Cindy Adams.

Mobil curian untuk yang mulia presiden

Republik Indonesia baru saja merdeka. Saat itu belum ada mobil kepresidenan untuk Soekarno. Padahal, tidak mungkin Presiden Soekarno jalan kaki untuk melakukan tugasnya.

Kata Soekarno; “Para pengikutku yang setia menganggap sudah seharusnya seorang presiden memiliki sebuah sedan mewah. Karena itu mereka mengusahakannya. Sudiro mengetahui ada sebuah Buick besar muat tujuh orang yang merupakan mobil paling bagus di Jakarta. Dengan gorden di jendela belakang.”

Namun, lanjut Soekarno, “Sayang mobil ini milik Kepala Jawatan Kereta Api, seorang Jepang. Tetapi soal begini tidaklah membuat pusing Sudiro. Tanpa kuketahui, dia pergi mencari mobil itu dan menemukannya sedang diparkir di sebuah garasi.”

Sudiro yang mengenal supir itu langsung meminta sang supir menyerahkan kunci mobil Buick mewah tersebut. Sopir itu bertanya akan diapakan mobil tersebut. Sudiro mengatakan mobil itu akan diberikan kepada Presiden Soekarno.

Sopir muda itu pun mengangguk setuju. Dia menyerahkan kunci mobil majikannya pada Sudiro. Sopir ini pun kemudian disuruh Sudiro pulang kampung agar tidak dicari majikannya. Cerita ityu ditulis dalam biografi “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia”.

Perintah pertama Presiden Soekarno

Sehari setelah kemerdekaan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang. Mereka menetapkan Soekarno sebagai Presiden RI pertama dan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden.

Tidak ada debat sengit dalam sidang di Gedung Road van Indie di Jalan Pejambon itu. Pemilihan berlangsung santai dan sederhana. PPKI memilih Soekarno sebagai presiden. Sesederhana itu.

Maka, Soekarno pun sebagai Presiden pertama RI. Karena belum ada mobil kepresidenan Soekarno pulang berjalan kaki.

Di jalanan, Presiden Soekarno bertemu dengan tukang sate yang berdagang di kaki lima. Sang Presiden pun memanggil pedagang yang bertelanjang kaki itu dan mengeluarkan perintah pelaksanaannya yang pertama; “Sate ayam 50 tusuk!”

Itulah perintah pertama Presiden Soekarno kemudian jongkok di pinggir selokan dekat tempat sampah, dan menghabiskan sate ayam pesanannya.

Cara bedakan wartawan Inggris dan Belanda

Setelah merdeka, datang pasukan sekutu yang membawa wartawan Amerika, Inggris dan Belanda. Namanya negara baru, tentu belum ada press officer. Presiden Soekarno pun menunjuk seorang pemuda untuk melayani wartawan itu.

Pemuda itu tenti saja belum berpengalaman menghadapi wartawan asing yang agresif. Apalagi ada orang Belanda yang mengaku jadi wartawan Amerika. Akhirnya si pemuda itu itu menemukan cara. Dia menginjak kaki para wartawan itu.

“Kalau orang Belanda, dia akan berteriak OW! Tapi orang Amerika dan Inggris akan berteriak OUH,” kata Presiden Soekarno .

Sebelum pergi, para wartawan itu minta izin dan surat pengantar. Presiden Soekarno bingung, surat apa? Maka dia membuat kartu asal jadi dan mengecapnya dengan sembarang stempel. Barulah wartawan asing itu pergi.

“Stempel itu tak ada artinya dan tak pernah ada yang pernah melihat sebelumnya,” kata Presiden Soekarno.

Kisah AK Gani sang menteri penyelundup

Perekonomian Indonesia sangat kacau di awal-awal kemerdekaan. Satu-satunya cara mendapatkan uang atau kebutuhan rakyat adalah dengan cara menyelundupkan barang-barang ke luar negeri kemudian melakukan barter di sana.

Menurut Presiden Soekarno, bahan pakaian, makanan, hingga senjata diselundupkan dari luar negeri. Belanda yang mengetahui aksi itu langsung memblokade. Namun, Indonesia memiliki menterei perekonomian yang hebat.

“Orang yang menyelundupkan perdagangan emas dan perak itu juga menyelundupkan 8.000 ton karet adalah Dr AK Gani. Belanda memberinya julukan raja penyelundup, tapi rakyat Indonesia mengenalnya sebagai menteri perekonomian,” kata Presiden Soekarno

Jas pinjaman para diplomat Indonesia

Indonesia sudah merdeka. Namun, Belanda ingin kembali berkuasa di Indonesia. Segala cara dilakukan, mulai dari bertempur, dan diplomasi di meja perundingan. Mengenai diplomasi itu, Presiden Soekarno punya cerita.

Presiden Soekarno menceritakan kisah Leimena, seorang dokter pedesaan. Selama pendudukan Jepang, Leimena tidak mempunyai baju selain sepasang pakaian dalam. Maka dia terpaksa meminjam jas dan dasi untuk menghadapi para diplomat Belanda.

“Orang-orang desa dengan baju pinjaman tiba-tiba terjun ke politik, duduk di meja perundingan berhadapan dengan wakil-wakil terhormat, seperti Ratu Juliana yang berpakaian mentereng. Atau melakukan perundingan dengan orang Inggris bergelar Sir atau Lord,” kata Presiden Soekarno

“Beberapa anggota delegasi kami malahan memakai sepatu pinjaman. Dan orang Inggris dan Belanda memanggil mereka dengan sebutan ‘Yang Mulia’. Kesulitan terbesar dari para menteriku adalah menahan ketawa bila memikirkan keganjilan ini semua,” tambah Presiden Soekarno .

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*